d.auliyah's blog

Blog

view:  full / summary

Rekap Cuti Excell

Posted by auliyah on June 8, 2011 at 10:56 AM Comments comments (1)

Sedikit share tentang excell. ini tentang contoh rumus merekap cuti karyawan kontrak dengan aturan main sebagai berikut :

  1. Hak cuti sebanyak bulan dalam jangka waktu kontrak tersebut
  2. Hak cuti kontrak ke 1 baru dapat diambil pada saat memasuki kontrak ke 2
  3. hak cuti kontrak ke 2 dapat diambil padawaktu masa kontrak ke 3 ditambah hak cuti kontrak ke 3

untuk merekap cuti sesuai dengan masa masing-masing kontrak, saya gunakan rumus sumproduct, yaitu salah sat function dari kategori database.

biasanya apabila data dalam jumlah banyak rumus tidak dapat dijalankan/ error/ hitungan tidak sesuai. cara mengatasinya F2 pada cell yang berisi sumproduct kemudian tekan tombol shift dan ctrl + enter.

Selamat mencoba :D

Contoh Excell

surga mimpiku

Posted by auliyah on June 6, 2011 at 11:33 AM Comments comments (0)

Ini soal cerita singkat insomnia. Alhamdulillah saat ini ceritainsomnia yang dulu kalau orang bule bilang “insomnia make me so pain”, sekarangsudah berlalu. Kadang-kadang sih masih muncul juga si insomnia itu. Saat memulai tidur aku berdoa ke pada Alloh, “Bismillahirrohmanirrohiim… Ya Alloh masih sangat terbatas pengetahuanku dan khayalanku tentang surga-Mu. Namun malam ini izinkanlah aku dapat menyentuh aura damai dan ketenangannya, nyenyakkanlah tidurku ya Allah dan lindungilah kami dari kejahatan malam. Amin”

Kutarik nafas panjang tentunya sambil memejamkan mata. Kubayangkan berada disebuah saung dengan sungai kecil yang mengalir di bawahnya. suara gemricik air membuat pikiran jadi adem. saung yang di sekelilingnya dipenuhi tanaman hijau, semilir angin menerpa muka dan meninggalkan efek sejuk. damai dan tenang berada di sana. kunikmati suasana itu sampai akhirnya aku pun terlelap.

tak sengaja aku menemukan sebuah artikel tentang mengatasi insomnia cerita singkatnya dari artikel tersebut adalah akan lebih efektif membayangkan sebuah tempat yang nyaman, indah dalam impian kita saat akan tidur dari pada menghitung bintang (maaf aku lebih suka menyebut menghitung bintang ketimbang menghitung domba, membayangkan saja baunya waduuuuhhh hehe...becanda).

semoga orang-orang yang bermasalah dengan insomnia segera menemukan solusinya, karena kurang tidur itu banyak efek sampingnya :D


 

Pisang Oven Coklat Keju

Posted by auliyah on May 8, 2011 at 5:06 AM Comments comments (0)

pengen sekali punya rumah dengan dapur impian, peralatan kompet kompor gas meja, microwave, piranti bakker, blender, cookset dll dan tentunya terawan serta bersih hehe..

sering berkhayal memasak dengan resep khayalan kebanyakan sejenis kue / kudapan klo soal masakan masih belum jauh dari sayur bening dan tempe tahu, itu yang paling favorit. cobak kutulis apa yang dikhayalkan hari ini, sederhana sih gak muluk-muluk :d :

Pisang oven coklat keju :

bahan :

1 pisang (sepertinya enaknya pisang kepok karna nggak terlalu manis tapi bagi yang suka manis pisang raja juga ok)

2 margarin

3 keju parut

4 coklat blok/ batangan

5 jahe

cara membuat :

belah pisang menjadi dua bagian. parut jahe ambil beberapa tetes airnya campur dengan margarin. olesi pisanng dengan campuran margarin dan air jahe taruh diatas loyang kemudian oven samapi kecoklatan.

cara membuat coklat cair :

iris coklat blok tipistipis masukkan pada panci, pastikan pasci kering tanpa air. rebus air hingga mendidih kemudian anggkat pancinya taruh irisan coklat yang ada dalam panci tadi diatasnya (istilahnya ditim tapi bukan diatas api). aduk aduk samapai lumer tambahkan margarin secukupnya.

cara mengajikan :

taruh pisang oven diatas piring kecil, siram dengan sedikit chocolate cair bentuk zigzag. taburi parutan keju siram kembali dengan chocolate cair bentuk zigzag. hidangkan selagi hangat.

Note :

belum pernah coba sih namanya juga resep khayalan ckckck….:D

 


Ayat Sajadah

Posted by auliyah on October 13, 2010 at 1:47 AM Comments comments (0)

pernah suatu malam saat idtikaf di masjid, seprti biasa sholat lail di mulai pukul dua lebih. kebetulan hari itu imam favorit, fasih bacaan & hafalannya, kenapa faforit karan engkau pasti akan menemukan keasyikan sholat lail terutama saat dibacakannya doa kunut, dan ciri khas dari ustad Tanjung, begitulah sebutannya, adalah rokaat pertama bacaan surah As Sajadah dilanjutkan bacaan surah Ar Rohman. dan yang terpenting sang ustad bisa bikin jamaah menangis senangis-nangisnya. kebetulan hari itu ada temenaku yang mau ikut idtikaf. kami mengambil sof sejajar. namun berhubung di depan ada yang keluar dari sof akhirnya aku maju memenuhi soft terdepan. Setelah sholat selesai aku terkejut kenap temanku sudah duduk di pojok. sambil makan sahur iseng aku tanya "tadi ikut ikut berapa rokaat ?". aku malah kaget dengan jawabanya. ternyata dia membatalkan sholatnya dan memilih sholat sendiri katanya sholatnya aneh. habis baca surat kok langsung sujud gak pakai rukuk. owalah.. itu to masalahnya. ternyata dia belum tahu saat kita selesai membaca ayat sajadah (baik saat membaca Al Quran / Sholat) kita dianjurkan melakukan sujud tilawah. hal itulah yang dianggapnya aneh. bukan menghakimi hanya sekedar share mungkin ada yang belum tahu apa itu ayat sajadah. ayat sajadah adalah bacaan Al Quran yang di dalamnya mengandung kata sujud. biasanya dalam Al Quran terdapat tanda seperti kubah masjid .

saat ku putuskan berjilbab

Posted by auliyah on June 14, 2010 at 1:48 AM Comments comments (0)

Ketika seorang perempuan (belum berjilbab) di tanya mengapa ia belum juga memakai jilbab. Perempuan itu berkata “aku masih belum siap, aku masih perlu memperbaiki akhakku dulu, percuma kalau berjilbab tapi kelakuannya ‘nggak karuan’ ,memakai jilbab itu berat. Sekali di pakai nggak boleh di lepas lagi. Lagi pula aku belum punya pakaian panjang, aku belum punya jilbab, aku belum bisa memakai jilbab dan masih minim sekali pengetahuanku tentang agama.” Mungkin demikian alasan mereka. Tapi aku mempunyai pandangan yang sedikit lain. Ketika aku ditanya hal yang sama mengapa waktu itu aku belum mengenakan jilbab. Kurang lebih jawabanku sama seperti yang dikatakan perempuan itu. Lalu aku bertanya pada diriku sendiri benarkah memang demikian? Dan aku nggak berani menjawab. Suatu ketika pertanyaan itu muncul dalam hatiku lagi, dan aku masih tetap ragu. Kemudian aku Tanya hatiku kalau sekarang aku belum siap lalu kapan aku akan siap. Aku rasakan memang nggak ada perubahan berarti dari akhlaku. Kalau terus demikian kapan saat itu tiba, jangan jangan malah saat itu nggak akan tiba, karena aku memang nggak punya kesempatan lagi. Siapa yang tahu berapa lama lagi kita masih bisa menghirup udara di dunia ini. Kemudian aku membaca sebuah artikel tentang berjilbab dan memang ada ayat Al Quran yang mengharuskan/ mewajibkan perempuan balig untuk mengenakan jilbab. Lalu aku kembali merenung. Kalau memang wajib berarti jika tidak…, berdosa. Aku coba terus mencari segi positipnya alih-alih mengatasi rasa keraguanku. Baik, sekarang jika aku berjilbab ini berarti 1 dosa bisa kuhindari, mungkin banyak dosa lain yang sulit/ nggak bisa aku hindari. Belum ditambah dosa-dosa yang mungkin tak sengaja aku lakukan. Jika Allah menghitung dosaku karena tidak menutup aurat (tidak berjilbab) perhari, per jam, per menit, per detik, kalikan saja berapa waktu lagi sampai saatnya aku siap memakai jilbab. Lalu kapan aku akan mulai. Ternya aku masih tetap ragu. aku tarik nafas panjang kemudian menghembuskannya berlahan-lahan. Sekarang apa masalahnya kenapa masih ragu. nggak bisa memakai jilbab ? bukankah belajar matematika lebih sulit ketimbang belajar mengenakan jilbab. Nggak punya jilbab dan baju panjang ? bukannya nggak punya, memang sedikit sih, tapi sambil jalan kan bisa untuk membeli yang lain lagi. Berjilbab itu panas, gerah, dan repot ? “Berjilbab itu panas, gerah dan merepotkan” sepertinya berlebihan, ketakutan yang nggak masuk akal. Kalau memang demikian kenapa makin hari banyak orang mengenakan jilbab, dan mereka biasa aja sama seperti yang lainnya mungkin cuma soal kebiasaan saja. Baik, kalau memang nggak ada yang perlu dipermasalahkan kapan lagi. Begitulah aku mencoba mengatasi rasa keraguanku. Dan begitu aku mulai berkata “ya, aku akan berjilbab “ Aku lasung melaksanakan niatku itu tanpa berpikir panjang lebar lagi. Karena kalau aku berpikir dua kali lagi pasti akan muncul “lainkali …/ jangan sekarang…/ tunggu dulu….”. Alhamdulillah ternyata Allah memberiku banyak kemudahan. Semua berjalan begitu aja. Bahkan aku merasa lebih nyaman. Aku tidak perlu merasakan kekhawatiran yang berlebihan, saat pergi sendirian, berjalan malam-malam sendiri, mereka (orang-orang usil) hanya mengatakan Asalamualaikum (tidak peduli niat mereka tulus atau sekedar iseng). Aku nggak merasa gerah, ataupun repot seperti yang ku bayangkan. Saat berjalan di cuaca yang panas aku cukup menundukkan kepala, saat dinginpun pakaianpanjang serta jilbabku sangat membantu, saat gerimis air hujan takkan menegenai kepalaku langsung sehingga aku nggak akan merasa pusing karena kehujanan. Memang yang membebani soal akhakku. Sangat sulit untuk melaksanakan akhlaqul karimah, tapi Insyaallah jilbab ini sebagai pertanda utuk mengingatkan dan memang seharusnya demikian.


Rss_feed